May 21, 2012

Siswi SMA Jadi Korban Penipuan Kenalan di Facebook

Empat siswi SMA di Kota Cirebon telah menjadi korban penipuan oleh laki-laki yang dikenalnya melalui FB. Para korban itu adalah Putri (17), Cicih (17), Siti (17) dan Laely (17). Akibatnya, tas berisi telepon seluler (ponsel) dan uang tunai mereka raib digondol penipu.

Ceritanya berawal dari sebuah pesan singkat yang dilayangkan pelaku. Dalam pesan singkat itu, laki-laki yang dikenal melalui akun FB bernama Bob itu meminta bertemu dengan Putri.

Karena penasaran, apalagi sudah kenal dekat di jejaring FB, akhirnya Putri menyetujui bertemu dengan Bob. Mereka kemudian bertemu di samping RS Putra Bahagia, di Jalan Ciremai Raya, Senin (31/1/2011) sore.

Putri mengajak tiga temannya untuk bertemu Bob. “Saat bertemu tersebut, Bob pakai mobil Honda Freed. Dia terlihat baik, dan tak ada yang mencurigakan,” ujar Putri, usai melaporkan penipuan yang menimpa dia dan teman-temannya di Mapolsek Cirebon Kota Selatan Timur, Senin (31/1/2011) malam.

Menurut Putri, setelah bertemu, mereka berempat diajak jalan-jalan keliling Kota Cirebon oleh Bob dengan menaiki Honda Freed. Jalan-jalan keliling kota itu berakhir sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Lalu mereka meminta Bob mengantarkan mereka pulang ke tempat semula mereka bertemu dan Bob pun memenuhi permintaan Putri dan teman-temannya. Sampai di RS Putra Bahagia, hanya Cicih, Siti dan Laely yang diturunkan. Sementara Putri masih diajak ke sebuah SPBU, guna mengisi bahan bakar.

“Saat diturunkan itu, tas ketiga teman saya masih berada di mobil,” kata Putri.

Namun sampai di SPBU, bukannya mengisi bahan bakar, Bob malah meminta Putri turun. Alasannya, gadis tersebut diminta mencuci muka karena terlihat kotor dan kusam. “Seperti dihipnotis, saya mau saja menuruti permintaan dia,” ujar Putri.

Namun sekembalinya dari toilet, Putri langsung dibuat kaget. Pasalnya, Honda Freed yang dikemudikan Bob sudah tak ada di SPBU. Putri pun langsung gundah dan menghubungi teman-temannya.

Pada saat itulah, Putri baru sadar telah menjadi korban penipuan. Tas berisi ponsel dan uang tunai Rp 650.000 pun raib dibawa pelaku. Atas peristiwa itu, Putri dan tiga temannya langsung melapor kejadian itu ke Polsek Cirebon Kota Selatan Timur.

Kepala Polsek Cirebon Kota Selatan Timur, Kompol Totong Sutarja membenarkan telah terjadi penipuan pada empat siswa SMA tersebut. Polisi pun langsung menyelidiki kasus tersebut.

Atas laporan, ada empat unit ponsel yang dibawa pelaku. Keempatnya adalah Nokia E63, Nokia 7390, Nokia 2630, dan Typon 31. Sementara uang tunai senilai Rp 650.000. Dari kejadian tersebut, diperkirakan kerugian mencapai Rp 4 juta.

Penipu Hipnotis Meluas; Setelah Parepare dan Pinrang, Kini Sidrap

Menjelang Idulfitri tahun ini, aksi penipuan bermodus hipnotis kian meluas. Setelah terungkap tiga kasus serupa di Parepare dan Pinrang, kini kasus sama terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kasus Parepare, pelakunya mengincar kios ponsel dengan media sederhana, seperti mi instan, air mineral, dan botol minyak telon. Namun di Sidrap dengan skala lebih besar.
Hal itu dialami Warga Jalan Jenderal Sudirman, Pangkajene, Kumalasari, 53 tahun. Di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sidrap, Kumalasari mengaku telah menjadi korban penipuan empat pria. Alhasil emas seberat 80 gram miliknya berpindah tangan.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sidrap, AKP Syamsu Yasmin dikonfirmasi, Senin 30 Agustus membenarkan tentang adanya kasus hipnotis tersebut. Dia menyebutkan untuk tahun ini sudah ada empat kasus hipnotis dilaporkan ke Polres Sidrap.
Syamsu menjelaskan, kronologis penipuan yang dialami Kumalasari bermula saat korban menyapu di halaman rumahnya. Korban tiba-tiba didatangi empat pria menggunakan mobil.
Keempat pria itu berpura-pura menanyakan lokasi Masjid Agung seraya meminta korban bersedia menemaninya. Korban yang tidak menaruh curiga, lalu mengantar ke empat pria tersebut ke Masjid Agung. Setibanya di sana, satu dari mereka turun dari mobil. Tidak berselang lama, lelaki itu naik ke mobil lagi dan mengantar pulang korban ke rumahnya di Jalan Jenderal Sudirman, Pangkajene.
Kumalasari yang sudah terhipnotis atau dalam kondisi tidak sadar lanjut Syamsu, lalu diturunkan dari mobil dan langsung masuk ke rumahnya mengambil seluruh perhiasan emas, seperti permintaan keempat pria yang mengantarnya.
“Sesuai laporan korban, ke-80 gram emas miliknya diserahkan keempat pria tersebut. Nilainya mencapai Rp 30 juta lebih. Sebagian perhiasan emas milik korban menggunakan batu berlian,” beber Syamsu.
Menurut Syamsu, korban mengaku sempat ditunjukkan sesuatu dalam kantongan plastik hitam yang disebutnya mirip uang kertas dan sudah terikat rapi. Setelah itu, seluruh perhiasan emas dibawa lari para pelaku. Korban tersadar setelah pelaku jauh.
Mantan Kasat Reskrim Polres Palopo itu menegaskan, empat kasus penipuan
dengan motif hipnotis masih dikembangkan aparat Polres Sidrap. Dia mensinyalir, keempat pelaku yang membawa lari perhiasan emas korban, terkait dengan kasus hipnotis lain di Sidrap.
Berita sebelumnya menyebutkan, dua anak muda, kakak-beradik, Fandy Setiawan, 25 tahun dan Dedy Setiawan, 21 tahun, Warga Bulak Jaya, Jakarta Timur harus berurusan dengan aparat setelah tertangkap telah melakukan penipuan terhadap beberapa kios ponsel di Parepare dan Pinrang. Keduanya ditangkap anggota Polsekta Ujung Parepare di Kariango, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang.
Dengan media satu bungkus mi instan, dua gelas air mineral, dan satu botol minyak telon dikemas dalam kantong plastik hitam ditukar dengan voucher pulsa isi ulang senilai Rp 550 ribu. Pelaku menggunakan mobil rental jenis Avanza warna merah DD 1354 NC.
Beruntung korbannya, Hasnah cepat sadar. Bersama suaminya yang juga anggota polisi langsung melapor ke Polsekta Ujung. Petugas kemudian mengejar tersangka dan berhasil
membekuknya.
Saat menjalani pemeriksaan, korban lain, Hasni, pemilik kios HP di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat juga datang melaporkan kasus yang dialaminya kedua pelaku. (tir)
Tips Hindari Hipnotis
Hipnotis merupakan salah satu teknik yang membawa seseorang ke dalam alam bawah sadar. Pada prinsipnya, hipnotis ada positifnya. Bisa membantu orang mengatasi masalah dan menyelesaikan konflik tak sadarnya hingga menimbulkan masalah bagi seseorang.
Namun tak sedikit pula yang menggunakan hipnotis untuk kejahatan berupa penipuan. Seperti marak terjadi belakangan ini.
Lalu bagaimana menghindari kejahatan menggunakan media hipnotis tersebut. Berikut beberapa tips
1. Pastikan critical factor kita tertutup
2. Jangan terlalu fokus/konsentrasi pada suatu hal
3. Selalu menganalisa
4. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal
5. Harus diingat bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini