Kamis 31 Desember 2009, sehabis olahraga, saya lagi mengerjakan target akhir tahun yang masih tersisa sedikit, mengedit gambar-gambar buat buku yang harus diselesaikan. Tiba-tiba ada telepon dari nomor 08154212526x yang ngakunya pegawai dari departemen pendidikan nasional. Bapak kami undang untuk ikut seminar Kewirausahaan di hotel borodubur jakarta senin 11/12 jan 2010. Dan sekarang ditunggu oleh bpk kopertis buat konfirmasi kesediaan bapak, karena tempat duduknya terbatas. Sambil ngasih nomor hp pak Prof. Abdul Halim (Kopertis Jabar). Sebenarnya ngak terlalu percaya karena, ngak biasanya pegawai pemerintah telp pake hp. Cuma mau tes juga, apa memang iya, lagian memang tertarik juga tuh ikut seminar Kewirausahaan.
Pas ditelpon. pak Abdul Halimnya jelasin panjang lebar soal program seminarnya. Suara pak Halim itu khas dan saya masih bisa ingat kalau itu memang suara beliau. Soalnya beberapa bulan yang lalu beliau sempat datang ke UNAI dan kasih seminar buat para dosen-dosen. Dan saya pun percaya kalau ini memang pak Halim. Kemudian pak Halimnya kasih nomor regirstrasi 150/9998787/2010. Sambil dikasih tahu kalau biayanya semua dari Dikti dan dilarang pakai uang yayasan. Dananya ngak tanggung-tanggung 10 juta. Beliau kemudian menyuruh saya siapin no rek BNI dan untuk pencairannya hubungi aja pak Fasli Jalal (dirjen Dikti) di nomor 021-xxxxx dengan ext xxx, katanya nomor Diknas di jakarta. Tapi waktu mau mengakhiri pembicaraan dengan sangat buru-buru dia bilang … kalau ngak hubungi aja ke nomor pribadi pak Fasli Jalal-nya, soalnya dia harus rapat, nanti keburu rapat dengan menteri sambil diberi no 0817xxx. Dalam hati, nomor dirjen kok gampang banget ya diobral begini.
Kemudian saya telpon lagi pak Fasli Jalal-nya. Sayang saya ngak pernah dengan pak Jalal ngomong, jadi ngak tahu itu suara beliau atau bukan, tapi saya yakin itu suara sudah ditiru juga. Dia pun bertanya, sudah dapat nomor Regristrasinya? waktu saya bacaain, dijawab.. oh ini peserta terakhir ya. Oke pak saya mau rapat dengan menteri pak Moh. Nuh nih, bapak sudah siapin no rek. Saya pun bacain. OKE pak ya, sekarang bapak atm saya akan transfer sekarang dan bapak harus cek langsung, supaya nanti saya ada laporan ke menteri. soalnya kan ini menyangkut kas negara. Mendengar itu… langsung Ting…….. LOE PENIPU.
Tapi sudah kepalang basah, sekalian pengen tahu juga nih gimana cara mereka menipunya (sekedar baut bahan cerita lah ama anak-anak di kelas). Saya pun langsung ke ATM yang berjarak 200 meteran dari rumah. namun sebelum ke ATM, titip kartu atm Mandiri ke Istri, cuma sekedar jaga-jaga (karena dengar2 katanya bisa di hipnotis). Di atm langsung cek saldo, ada beberapa juta lagi, sisa-sisa gaji 13 yang tak seberapa. Transfer ke rekening yang lain di Mandiri dan tersisa lah Rp 156.000,-. Dan sekarang siap menghadapi si penipu itu.
Tarik nafas sebentar buat menenangkan diri, kemudian saya telpon lagi si penipunya. Bapak, sudah di atm. Oke pak saya sudah siap. Aksi pun dimulai
(Beginilah kira-kira percakapan di ATM itu).
Penipu (P): Masukin kartu bapak.
Korban (K): sudah pak.
P: pilih bahasa Indonesia
K: OKE pak.
P: masukin PIN
K: Oke pak, sudah.
P: sekarang pilih cek saldo?
K: Oke pak.
P: berapa terbaca di layar, soalnya kalo terlalu sedikit nanti transaksinya ngak bisa.
K: 150 jutaan pak…
P: Oke pak, kita mulai pak ya… bapak harus cepat-cepat, karena ini harus bersama-sama.
K: Oke pak….
P: Pilih transfer..
K: Oke pak transfer..
P: Pilih ke bank BNI.
K: oke pak ke bank BNI
Di layar muncul pesan: Masukkan nomor rekening tujuan..
P: masukkan nomor PIN nya pak. Ini nomor PIN nya: 018xxx xxx.
K: Oke pak 018 xxx xxx, sudah pak, (biasanya disini memang korban ngak sadar kalau dia masukin nomor rek penipu)
Di layar kemudian muncul: Masukkan jumlah yang ingin anda transfer:
P: Masukkan nomor referensi pak: tekan 9 tujuk kali (lagi-lagi korban dikecoh, jumlah uang dibilang nomor referensi).
K: nomor referensi apa nih pak (pura-pura nanya sambil mikir… gila juga nih penipu mo nguras uang gw)… akhirnya korban pun mengetik 10.000,-. Maksudnya sih supaya nama pemilik rekening ketahuan.
P: Itu no referensi dari kami pak… supaya tahu nanti pas kliringnya. bapak harus cepat-cepat. nanti transaksinya gagal nih.
K: OK pak. tekan 9 tujuh kali.
Di layar pun muncul:
Apakah anda benar mau mentransfer:
Asal No rek. : No rek korban
Tujuan: no rek penipu
Nama Penerima: Ibu xxx
Jumlah : rp 10.000,-
P: oke Pak tekan ya atau benar
K: (mikir: rugi juga nih duit gw 10.000, akhirnya dia tekan tidak) oke pak sudah.
P: apa pesan di layarnya pak?
K: Transaksi berhasil katanya pak… (sambil tertawa dalam hati, gw tipu loe…..)
Proses dia atas diulang sampai 4 kali…. waktu proses yang ke 4 si korban sudah duduk di pos Satpam dan pura-pura masih ada di ATM.
Setelah itu, penipu pun minta supaya kartu dikeluarin dan kertas sobekan transaksi disobek kecil-kecil dengan alasan kerahasiaan uang negara. dan minta supaya kartu nya jangan dipake buat sementara karena akan mengganggu kliring.
Korban pun protes… nanti kalau saya butuh uang gimana dong pak …. mendengar itu penipu pun semangat lagi. Kalo gitu bapak ke atm lagi… dan mulai lagi memandu untuk mentransfer uang ke nomor bni yang berbeda… korban pun hanya duduk saja di pos satpam itu sambil mencatat nomor rekening diberikan penipu…
Begitulah proses penipuan itu berlangsung. Saya sangat salut kepada penipu karena sudah pakai alat-alat yang canggih sehingga bisa meniru suara orang lain, yang dimata saya memiliki ke khasan yang sebenarnya ulit ditiru. Dan ngak heran ada banyak orang yagn ketipu, kalau memang tidak hati-hati dan buta teknologi.
Beberapa hal yang perlu disadari:
1. Atm memang dapat dilakukan untuk mentransfer uang, tetapi tidak perlu dilakukan bersama-sama. Dan urusan uang masuk atau tidak, itu tidak ada peran dari si penerima uang. Jadi jangan mau dituntun ke atm untuk menerima uang.
2. Bacalah apa perintah di layar ATM, dan tidak mendengarkan instruksi dari orang lain. Jangan pernah mau diinstruksikan untuk melakukan apapun di atm baik langsung maupun via telepon.
3. jangan percaya dengan mudah, kalau itu ada yang ngaku atasan, ponakan, tante, yang menelepon anda, apa lagi kalau itu nomor yang bukan anda kenal, dan ujung-ujungnya minta anda mentransfer uang.
4. Jika anda diiming-imingi dapat hadiah, dan sebagainya… cerita lah kepada orang yang anda percaya punya kapabilitas, kompeten dan pengalaman dalam bidang tersebut meskipun penipu minta anda tidak cerita siapapun. Pilih mana, percaya pada orang yang baru anda kenal, yang bisa saja penipu atau percaya pada orang yang sudah anda kenal selama ini.
Beberapa trik dari penipu yang saya pelajari:
1. Selalu buru-buru, seolah-olah ingin cepat selesai, maksudnya supaya korban tidak bisa berpikir jernih.
2. Menggunakan istilah-istilah teknis yang korban tidak terlalu paham. Istilah teknis tersebut juga sebenarnya tidak digunakan dengan tepat oleh si penipunya.
3. Minta pada korban untuk tidak cerita kepada orang lain dengan alasan ini rahasia negara dll semacamnya.