February 23, 2012

Penipu Hipnotis Meluas; Setelah Parepare dan Pinrang, Kini Sidrap

Menjelang Idulfitri tahun ini, aksi penipuan bermodus hipnotis kian meluas. Setelah terungkap tiga kasus serupa di Parepare dan Pinrang, kini kasus sama terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kasus Parepare, pelakunya mengincar kios ponsel dengan media sederhana, seperti mi instan, air mineral, dan botol minyak telon. Namun di Sidrap dengan skala lebih besar.
Hal itu dialami Warga Jalan Jenderal Sudirman, Pangkajene, Kumalasari, 53 tahun. Di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sidrap, Kumalasari mengaku telah menjadi korban penipuan empat pria. Alhasil emas seberat 80 gram miliknya berpindah tangan.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sidrap, AKP Syamsu Yasmin dikonfirmasi, Senin 30 Agustus membenarkan tentang adanya kasus hipnotis tersebut. Dia menyebutkan untuk tahun ini sudah ada empat kasus hipnotis dilaporkan ke Polres Sidrap.
Syamsu menjelaskan, kronologis penipuan yang dialami Kumalasari bermula saat korban menyapu di halaman rumahnya. Korban tiba-tiba didatangi empat pria menggunakan mobil.
Keempat pria itu berpura-pura menanyakan lokasi Masjid Agung seraya meminta korban bersedia menemaninya. Korban yang tidak menaruh curiga, lalu mengantar ke empat pria tersebut ke Masjid Agung. Setibanya di sana, satu dari mereka turun dari mobil. Tidak berselang lama, lelaki itu naik ke mobil lagi dan mengantar pulang korban ke rumahnya di Jalan Jenderal Sudirman, Pangkajene.
Kumalasari yang sudah terhipnotis atau dalam kondisi tidak sadar lanjut Syamsu, lalu diturunkan dari mobil dan langsung masuk ke rumahnya mengambil seluruh perhiasan emas, seperti permintaan keempat pria yang mengantarnya.
“Sesuai laporan korban, ke-80 gram emas miliknya diserahkan keempat pria tersebut. Nilainya mencapai Rp 30 juta lebih. Sebagian perhiasan emas milik korban menggunakan batu berlian,” beber Syamsu.
Menurut Syamsu, korban mengaku sempat ditunjukkan sesuatu dalam kantongan plastik hitam yang disebutnya mirip uang kertas dan sudah terikat rapi. Setelah itu, seluruh perhiasan emas dibawa lari para pelaku. Korban tersadar setelah pelaku jauh.
Mantan Kasat Reskrim Polres Palopo itu menegaskan, empat kasus penipuan
dengan motif hipnotis masih dikembangkan aparat Polres Sidrap. Dia mensinyalir, keempat pelaku yang membawa lari perhiasan emas korban, terkait dengan kasus hipnotis lain di Sidrap.
Berita sebelumnya menyebutkan, dua anak muda, kakak-beradik, Fandy Setiawan, 25 tahun dan Dedy Setiawan, 21 tahun, Warga Bulak Jaya, Jakarta Timur harus berurusan dengan aparat setelah tertangkap telah melakukan penipuan terhadap beberapa kios ponsel di Parepare dan Pinrang. Keduanya ditangkap anggota Polsekta Ujung Parepare di Kariango, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang.
Dengan media satu bungkus mi instan, dua gelas air mineral, dan satu botol minyak telon dikemas dalam kantong plastik hitam ditukar dengan voucher pulsa isi ulang senilai Rp 550 ribu. Pelaku menggunakan mobil rental jenis Avanza warna merah DD 1354 NC.
Beruntung korbannya, Hasnah cepat sadar. Bersama suaminya yang juga anggota polisi langsung melapor ke Polsekta Ujung. Petugas kemudian mengejar tersangka dan berhasil
membekuknya.
Saat menjalani pemeriksaan, korban lain, Hasni, pemilik kios HP di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat juga datang melaporkan kasus yang dialaminya kedua pelaku. (tir)
Tips Hindari Hipnotis
Hipnotis merupakan salah satu teknik yang membawa seseorang ke dalam alam bawah sadar. Pada prinsipnya, hipnotis ada positifnya. Bisa membantu orang mengatasi masalah dan menyelesaikan konflik tak sadarnya hingga menimbulkan masalah bagi seseorang.
Namun tak sedikit pula yang menggunakan hipnotis untuk kejahatan berupa penipuan. Seperti marak terjadi belakangan ini.
Lalu bagaimana menghindari kejahatan menggunakan media hipnotis tersebut. Berikut beberapa tips
1. Pastikan critical factor kita tertutup
2. Jangan terlalu fokus/konsentrasi pada suatu hal
3. Selalu menganalisa
4. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal
5. Harus diingat bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini


Comments

  1. Chaya Saulinggi says:

    salam kenal ya …
    blognya sangat bagus, informatif, edukatif …
    ijin copy-paste atas beberapa postinganya ya
    sekedar buat sharing ama teman dan keluarga ^^
    trima kasih dan kami tunggu postingan2 berikutnya
    sukses selalu bro …

  2. tiputipu says:

    salam kenal juga. terimakasih atas kunjungannya. silahkan jika mau copas, semoga bisa menambah kewaspadaan dalam masyarakat atas berbagai upaya penipuan.
    sukses juga buat anda.

Speak Your Mind

*